IQNA

13:09 - August 16, 2019
Berita ID: 3473362
PALESTINA (IQNA) - Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel menyerukan perubahan situasi yang mendominasi Masjidil Aqsha yang memungkinkan pemukim Yahudi memasuki masjid secara bebas dan melaksanakan ajaran agama mereka di sana.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Palestina, Menteri Keamanan Dalam Negeri Zionis, Gilad Erdan mengklaim bahwa orang-orang Yahudi telah menjadi sasaran penganiayaan sejak tahun 1967 sampai saat ini dan syarat-syarat itu harus berubah sehingga mereka secara bebas dapat menjalankan ajaran-ajaran agama di dalam Masjidil Aqsha. Organisasi-organisasi garis keras Yahudi menyambut sambutan Erdan.

Sementara itu, pada hari raya Idul Adha, lebih dari 1700 pemukim Zionis menyerbu masjid, yang mengakibatkan bentrokan sengit di masjid yang menyebabkan lebih dari 60 warga Palestina terluka.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada Oktober 2016 menyetujui rancangan resolusi yang menolak adanya hubungan agama antara Masjidil Aqsha dan orang-orang Yahudi, dan menyebut masjid tersebut sebagai tempat suci bagi umat Islam.

Quds dan Masjidil Aqsha menurut resolusi internasional di bawah penjajahan dan rezim Zionis tidak mengizinkan campur tangan dan pemakaian apa pun disini.

 

http://iqna.ir/fa/news/3834828

Nama:
Email:
* Komentar Anda: